Jumat, 18 Januari 2013

Berbatik Indonesia

Tentu sudah bukan hal yang aneh bahwa banyak yang mencintai warisan nenek moyang kita tersebut. Termasuk blogger Indonesia, yang tidak hanya sekedar mengisi waktu luang untuk berkreasi atau bisnis dengan media blog, sudah pasti peduli dan mau melestarikannya.



Inovasi, Arogansi, dan Simpati
Sekedar cerita saja, mungkin bisa jadi sedikit arogan. Beberapa waktu yang lalu ketika saya memakai template portfolio, bapak saya menyarankan untuk memakai template yang ada gambar batik supaya blogger internasional tahu bahwa Indonesia punya karya seni yang luar biasa. Namun saya baru merealisasikan keinginan bapak sekitar akhir 2011 kemarin.

Entah kebetulan atau apa, sejak saya pakai gambar batik di halaman home page, blogger lain pun memakai aksesoris batik di template blognya. Wah, suatu inovasi luar biasa, yang biasanya template model retro atau urban, berbondong-bondong merombak templatenya dengan aksesoris yang ada batiknya. Berikutnya, entah kebetulan lagi atau bukan, artikel tentang sejarah batik pun banyak yang copy. Bukan masalah bagi saya, berarti artikel saya bermanfaat meski dibuat ala kadarnya.

Nah, dari fenomena-fenomena tersebut, terbukti bahwa penghuni dunia maya, khususnya blogger, turut bersimpati dengan batik Indonesia.

Waktu Berjalan, Batik Menghilang?
Setelah booming tampilan batik, seperti biasa datang rasa bosan saya, tampilan home page saya rubah dan tanpa ada batik. Kemudian? Saya lihat blog lain pun mulai meninggalkan batik. Lucu kalau dirasakan ya, kebetulan atau apa, entahlah, banyak spekulasi tentang hal ini.

Cinta Batik, Blog Tidak Harus Berbatik
Oke, lepas dari semua apa yang saya ceritakan di atas yang mungkin sedikit arogan karena saya bercerita dari sudut pandang pribadi, saya yakin blogger Indonesia pasti cinta batik Indonesia. Meskipun tampilan blog tidak berbatik, meskipun tidak ada artikel tentang batik, namun jika ditanya "Apa Anda menyukai batik Indonesia?". Saya yakin, serentak akan dijawab "Ya!".